Sungguh adalah keharusan untuk selalu mensyukuri apa yang terjadi dan tersedia dihidupku...umur 21....adik 3...mama 1...bapa 1...sahabat...teman2...dan beberapa yg ada di list abu2...maksudnya dia bukan sahabat, teman, ataupun musuh...Ketika aku mengingat betapa LEBAY-nya air mata yg jatuh beberapa bulan yg lalu...aku jadi senyum sendiri...Aku senyum karena aku malu...malu pada Tuhan...Faktanya, dari 1000 berkat yang DIA beri buat hidupku waktu itu, dia hanya mengOFF satu bagian...dia hanya menghentikan kisah cintaku...secara matematis, aku masih memiliki 999 berkat yang ada di hidupku...hanya karena 1, aku harus jatuh...Mengingatnya aku jadi senyum dan malu hati...
Setelah satu persatu sisa2 itu terambil dan terangkat, aku sudah mulai di level5, dengan kembali membukan hati, karena ibarat pintu rumah, kuncinya didalam, dan yg bisa membukanya hanyalah siEmpunya rumah (kecuali kalo ada maling). Butuh waktu yang cukup lama, ya 7bulan kurang lebih semuanya harus datar...namun ketika seorang tamu baru hendak masuk, jelas aku persilahkan, karena tujuannya jelas, ingin membantu penyempurnaan penyembuhan luka hatiku...
Semenjak kedatangannya, semua yang kelihatan suram kini sedikit demi sedikit mulai cerah..tanpa mengubah setiap elemen2 penyusun kehidupanku yg tdk boleh diubah...dia datang membawa apa yang dia punya...memberi apa yg dia bisa luangkan buatku...dan yang terpenting, aku tidak memintanya...satu hal yang membuat value yg ada didalam dirinya bertambah...
Sebenarnya sedih harus tahu, aku kembali dipertemukan dengan seseorang yang jelas BERBEDA dariku....jelas2 semuanya ini tidak akan dilanjutkan...namun satu hal yang masih berlanjut...setiap waktu yang diberikannya padaku akan masih berlanjut...meski memang waktunya bukanlah untukku...ttp tdk berpengaruh...dia tetap dia...
Pertanyaan konyol itu dilontarkannya, dan aku hanya menjawabnya dengan kalian majemuk setara."Dia maunya sama gw, bukan yang lain"; Aku tidak mengerti mengapa dia begitu terharu mendengar kalimat diatas, buatku biasa saja, namun buat dia, kalimat itu mencerminkan betapa dalamnya "sesuatu" yang kupersiapkan buat BELIAU nantinya...
Entah sampai kapan dia akan tetap memberikan apa yg bisa dia beri padaku, karena hidupnya bukan hanya untukku saja, namun kalimat itu sudah mewakili bagaimana seterusnya semua ini, "Lw ngga akan menghindar kan?";Pertanyaan konyol tapi polos...
Aku sudah berhasil mempersilahkan kau yang memilih untuk pergi dariku dengan alasan2mu yang coba untuk kumengerti dan aku pun berhasil menyambut dia yang tidak terlihat memiliki motif dibelakangnya..semoga...
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar