Sepertinya baru kali ini dia merasakan kesedihan yang sama sekali tidak dapat tereksplorasi kebentuk lain yang lebih baik dari sekedar diam. Adalah sangat berisiko bila mulai detik ini, dia hanya akan diam dengan apapun yang ada dihidupnya. Stabilitas antara otak dan perasaan mulai tergeser semenjak rasa cinta yang dia pendam ternyata bagai 'gas' buang manusia yang aromanya tercium kurang dari 1 menit, namun kita masih akan selalu ingat dengan oknum yang dengan tidak ada perasaannya melakukan itu.
Adalah pria yang dia cintai, ibaratkanlah gas angin, dan dia adalah seseorang yang selalu mengingat tindakan sesat oknum itu.
Tidaklah banyak yang dilakukan pria ini pada dia, namun setiap perkataan dan tindakan pria itu sungguh terekam ditiap pendengaran dan langsung tersimpan diotak. Semua itu terus saja berjalan hingga lama, hingga disuatu saat, dia sudah tahu bahwa otaknya akan pecah bila terus saja mentrasformasikan apa yang pria itu lakukan atau katakan.
Bukanlah pilihan yang mudah, memutuskan untuk membuka file lama yang besarnya sudah menyamai memori PC standard saat ini. Apa tujuan dia melakukan itu? Pada dasarnya, hanya ingin baik pada hati dan otaknya. Sang pria justru nampak seperti linglung tak tentu arah. Keputusan dari pria untuk dia adalah masa penantian, tentunya untuk dia.
Apa yang dia lakukan selama penantian? Tentulah mencoba merangkai kisah membahagiakan dari jawaban yang belum tentu sama. Sungguh membahagiakan, benar-benar membuat dia sampai tidak bisa tersenyum atau menangis terharu bila coba melihat ke angkasanya.
TIDAK, adalah satu kata yang mampu membuat sketsa kisahku ketumpahan cat warna hitam pekat dan semua terlihat sama, hitam. Sungguh seperti musafir kekurangan air di savana, dia ucapkan terima kasih pada pria itu, yang dengan tidak ada perasaannya buang 'gas' , ibarat.
Sejalan dengan penekanan diawal, matanya sayu seolah melihat bahwa masa depan itu kurang menarik. Justru yang menarik baginya sekarang adalah mencoba memandangi hitam, berharap masih bisa terlihat hasil sketsa kebahagiaan yang pernah dibangunnya. Hasil yang dia dapat adalah tangis, yang benar-benar sulit diungkapkan dengan air mata sekalipun. Duduk seperti pengangguran yang seharian melempar CV tanpa hasil, itulah dia.
Belum sampai pada pertanyaan kapan ingin keluar? Karena sejujurnya, haru biru ini membahagiakan, ada yang tahu alasannya?
Karena buat dia, oknum itu TERISTIMEWA dan CREATURE yang paling membahagiakan buat jiwa dan raga.
ps: pria, dia mungkin sedih karena tidak, buat dia, kau luarbiasa
09 Desember 2010
Langganan:
Entri (Atom)
